JOMBANG – Kesempatan menjalani operasi katarak secara gratis menjadi harapan yang akhirnya terwujud bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan biaya dan waktu untuk memperoleh penanganan medis. Melalui bakti sosial operasi katarak di RSUD Ploso, Kabupaten Jombang, Sabtu (24/10/2026), Masrukhah, 63 tahun, warga Desa Sumobito, dan Sri Handoko, 53 tahun, warga Desa Ngusikan, mendapatkan kesempatan menjalani operasi yang telah mereka harapkan.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) melalui Pusat Kemanusiaan Jawa Timur, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Jawa Timur, serta Pemerintah Kabupaten Jombang melalui RSUD Ploso. Berdasarkan data yang dikonfirmasi pada saat pelaksanaan kegiatan, sebanyak 119 pasien telah mendaftar dan melalui tahapan skrining awal dan 107 pasien berhasil menjalani operasi.
Bagi Masrukhah, gangguan penglihatan akibat katarak telah berlangsung sejak lama. Keinginannya untuk menjalani operasi selama ini terkendala biaya dan waktu karena ia masih bekerja. Kondisi tersebut membuat kesempatan mendapatkan penanganan medis menjadi sesuatu yang harus dipertimbangkan dengan matang.
Adanya program bakti sosial operasi katarak gratis membuka kesempatan bagi Masrukhah untuk menjalani tindakan medis tanpa harus menanggung biaya operasi secara mandiri. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan operasi katarak secara gratis. Saya sudah lama mengalami katarak, tetapi selama ini terkendala biaya dan waktu karena masih bekerja. Semoga setelah operasi, penglihatan saya semakin baik dan saya bisa kembali beraktivitas dengan lebih nyaman,” ujar Masrukhah.
Harapan serupa dirasakan Sri Handoko, 53 tahun, warga Desa Ngusikan. Kedua matanya mengalami katarak. Sekitar satu tahun sebelumnya, ia telah menjalani operasi pada mata kanan. Dalam bakti sosial kali ini, ia mendapatkan kesempatan untuk menjalani operasi pada mata kirinya.
Sri Handoko mengaku keterbatasan biaya menjadi salah satu kendala untuk melanjutkan penanganan katarak karena ia tidak tedaftar sebagai peserta jaminan kesehatan nasional. Ia pun berharap dapat mengikuti kegiatan bakti sosial yang menyediakan layanan operasi tanpa biaya.
“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa menjalani operasi mata kiri melalui kegiatan ini. Mata kanan saya sudah dioperasi sekitar satu tahun lalu, tetapi untuk melanjutkan penanganan mata kiri, biaya masih menjadi kendala. Saya memang berharap ada bakti sosial operasi katarak gratis seperti yang dilaksanakan AMCF,” ungkap Sri Handoko.
Kisah keduanya memperlihatkan bahwa gangguan penglihatan dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari, terutama ketika penanganan medis harus tertunda karena keterbatasan ekonomi maupun tuntutan pekerjaan. Kesempatan mendapatkan layanan kesehatan tanpa biaya menjadi berarti bagi warga yang membutuhkan.
Administrator Pusat Kemanusiaan AMCF Jawa Timur, Juta Ajrullah, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari ikhtiar kemanusiaan untuk membantu masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan.
“Alhamdulillah, kami bersyukur kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Kami berharap program ini membantu masyarakat yang selama ini terkendala biaya untuk mendapatkan penanganan katarak. Terima kasih kepada PERDAMI Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Jombang, khususnya RSUD Ploso, dan seluruh pihak yang telah bekerja sama mewujudkan kegiatan ini,” ujar pria berkacamata itu.
Bupati Jombang, Abah Warsubi, pada saat kunjungan singkat pada hari pelaksanaan Bakti Sosial Katarak di RSUD Ploso Kabupaten Jombang turut menekankan pentingnya memastikan masyarakat tidak kehilangan kesempatan memperoleh penanganan medis karena keterbatasan biaya.
“Jangan sampai keterbatasan biaya membuat masyarakat menunda pengobatan dan terlalu lama mengalami gangguan penglihatan yang sebenarnya dapat ditangani melalui pelayanan medis yang tepat. Penglihatan yang baik adalah kunci agar seseorang dapat kembali mandiri, bekerja lebih produktif, dan meningkatkan kualitas hidupnya,” tegas Warsubi.
Sementara itu, Direktur RSUD Ploso, dr. Muhammad Vidya Buana, M.H., sebelumnya menyampaikan harapan agar layanan operasi katarak gratis dapat membantu menurunkan risiko kebutaan sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat.
Kolaborasi antara AMCF, PERDAMI Jawa Timur, dan RSUD Ploso menjadi contoh pentingnya kerja sama berbagai pihak untuk memperluas akses terhadap layanan kesehatan. Setelah menjalani operasi, pasien tetap perlu mengikuti arahan tenaga medis dan pemeriksaan lanjutan guna mendukung proses pemulihan.
Bagi Masrukhah dan Sri Handoko, kesempatan menjalani operasi merupakan langkah penting untuk memperoleh penanganan yang selama ini mereka harapkan. Di balik program ini, terdapat harapan agar masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman, mandiri, dan produktif.



