Pusat Kemanusiaan AMCF Sumatera Selatan Gelar Program Operasi Katarak Gratis, 89 Pasien Kembali Melihat dengan Harapan Baru

Dapatkan inspirasi dari orang-orang yang anda bantu

Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) melalui Pusat Kemanusiaan (Humanitarian Center/HC) Sumatera Selatan kembali menghadirkan program layanan kesehatan bagi masyarakat melalui kegiatan Operasi Katarak Gratis yang dilaksanakan selama tiga hari bertempat di RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang. Program kemanusiaan ini merupakan bagian dari komitmen AMCF dalam membantu masyarakat dhuafa dan kelompok rentan untuk mendapatkan akses layanan kesehatan mata yang layak serta meningkatkan kualitas hidup mereka.

Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, di antaranya Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Wilayah Sumatera Selatan, RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, serta Sentra Budi Perkasa Kementerian Sosial Republik Indonesia. Dari jajaran AMCF turut hadir Direktur AMCF, Ahmad Faisal Siregar, SE., MM, Ketua Perwakilan AMCF Wilayah Sumatera Selatan, Dr. H. Muhammad Zainuddin Nawi, Lc., MA, beserta seluruh tim Humanitarian Center Sumatera Selatan yang terlibat dalam pelaksanaan program.

Rangkaian kegiatan dimulai pada hari pertama dengan pelaksanaan screening atau pemeriksaan awal terhadap para calon pasien. Sebanyak 125 masyarakat yang telah mendaftar mengikuti proses pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh untuk memastikan kelayakan tindakan operasi. Tim medis melakukan berbagai pemeriksaan, termasuk kondisi mata, tekanan darah, kadar gula darah, serta riwayat kesehatan lainnya guna meminimalkan risiko selama tindakan operasi berlangsung.

Pada hari kedua, tim dokter spesialis mata bersama tenaga kesehatan melaksanakan tindakan operasi katarak bagi pasien yang dinyatakan memenuhi syarat medis. Suasana haru dan penuh harapan tampak mewarnai pelaksanaan operasi. Banyak pasien yang telah bertahun-tahun mengalami gangguan penglihatan akibat katarak dan kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari. Melalui program ini, mereka memperoleh kesempatan untuk kembali melihat dengan lebih baik dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri.

Sementara itu, hari ketiga difokuskan pada pemeriksaan pascaoperasi (post operation) dan evaluasi medis terhadap seluruh pasien yang telah menjalani tindakan operasi sehari sebelumnya. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi pasien dalam keadaan baik, memantau perkembangan pemulihan, serta memberikan edukasi mengenai perawatan mata setelah operasi agar hasil tindakan dapat optimal.

Dari total 125 pendaftar yang mengikuti proses screening, sebanyak 89 pasien berhasil menjalani operasi katarak. Jumlah tersebut memang belum mencapai target awal sebanyak 100 pasien. Namun demikian, keputusan medis yang diambil merupakan bentuk kehati-hatian dan tanggung jawab dalam menjamin keselamatan pasien. Sejumlah peserta tidak dapat melanjutkan ke tahap operasi karena ditemukan kondisi kesehatan tertentu yang berisiko apabila tindakan tetap dilakukan, seperti tekanan darah yang tidak stabil, kadar gula darah yang tinggi, maupun pertimbangan medis lainnya yang memerlukan penanganan lebih lanjut sebelum operasi dapat dilakukan.

Administrator Humanitarian Center Sumatera Selatan, Ifanhar Ditiaharman, SE,  menyampaikan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah pasien yang dioperasi, tetapi juga dari kualitas pelayanan dan keselamatan setiap penerima manfaat. “Kami bersyukur atas terlaksananya program operasi katarak ini. Meskipun belum mencapai target kuantitas yang direncanakan, keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama. Semoga 89 pasien yang telah menjalani operasi dapat merasakan manfaat besar berupa peningkatan kualitas hidup dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.”

Antusiasme masyarakat terhadap program ini menunjukkan bahwa kebutuhan layanan kesehatan mata masih sangat tinggi. Banyak pasien yang berasal dari berbagai daerah dengan keterbatasan akses dan kemampuan ekonomi untuk mendapatkan tindakan operasi katarak secara mandiri. Kehadiran program kemanusiaan ini menjadi salah satu ikhtiar nyata dalam membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.

Melalui kolaborasi lintas sektor antara lembaga kemanusiaan, tenaga medis, rumah sakit, organisasi profesi, dan pemerintah, AMCF berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat program kesehatan berkelanjutan. Program Operasi Katarak Gratis ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan sinergi berbagai pihak mampu menghadirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.