AMCF Perkuat UMKM Jamu Japangi, Dorong Kemandirian Penyintas Kesehatan Jiwa di Malang Selatan

Dapatkan inspirasi dari orang-orang yang anda bantu

MALANG — Pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat menjadi salah satu jalan untuk membangun kembali kemandirian dan kepercayaan diri kelompok yang sebelumnya berada dalam kondisi rentan. Hal tersebut dikembangkan melalui produksi Jamu Instan Japangi (Jahe Pandanwangi) di Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, yang melibatkan para penyintas gangguan kesehatan jiwa.

Melihat potensi tersebut, Yayasan Muslim Asia AMCF melalui Pusat Kemanusiaan AMCF Jawa Timur memberikan dukungan perlengkapan produksi kepada kelompok masyarakat yang menjalankan usaha tersebut. Bantuan diserahkan pada Desember 2025, disertai pelatihan singkat mengenai penggunaan peralatan agar dapat dimanfaatkan secara tepat dalam proses produksi.

Dukungan tersebut meliputi mesin penggiling bahan herbal kering, untuk menggiling bahan baku kering; mesin penggiling bahan herbal basah, untuk mengolah bahan baku yang mengandung banyak air; mesin pemeras, untuk mengambil sari dari bahan herbal yang berair; mesin pengering makanan, untuk mengurangi kadar air bahan baku sebelum proses penggilingan agar lebih awet; mesin penyegel kemasan kontinu berkapasitas tinggi, untuk mempercepat proses penyegelan kemasan dalam jumlah besar; serta generator listrik 3.000 watt sebagai sumber listrik cadangan ketika terjadi pemadaman.

Hampir satu tahun setelah bantuan diberikan, Pusat Kemanusiaan AMCF Jawa Timur melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi pada akhir September 2026 untuk melihat perkembangan usaha sekaligus pemanfaatan perlengkapan produksi yang telah diberikan. Dalam kunjungan tersebut, Juta Ajrullah, M.A.P., selaku perwakilan Pusat Kemanusiaan AMCF Jawa Timur, diterima oleh Ibu Erna, Ketua Kelompok Asuhan Mandiri KWT Manggis Asri sekaligus Ketua Komunitas Kader Jiwa Sehati yang mengelola produksi Jamu Instan Japangi.

Juta mengatakan bantuan tersebut sejak awal diarahkan bukan hanya untuk meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat secara lebih luas, khususnya bagi para penyintas kesehatan jiwa yang tergabung dalam kegiatan komunitas. “Bantuan ini sepenuhnya kami arahkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi UMKM unggulan Desa Sumberagung secara umum, khususnya para penyintas kesehatan jiwa. Konsep bantuan ini adalah hibah, sehingga pengelolaan dan tanggung jawab sepenuhnya berada pada KWT Manggis Asri bersama seluruh anggota Kader Jiwa Sehati, dengan tetap dimonitor oleh Pemerintah Desa Sumberagung,” ujar pria berkacamata ini.

Menurut Juta, keterlibatan dalam proses produksi menjadi bagian penting dari pemberdayaan karena setiap anggota kelompok memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, terlibat dalam produksi, hingga berpartisipasi dalam distribusi produk. Kegiatan pemberdayaan tersebut berkembang dari Posyandu Jiwa yang dikembangkan di wilayah Sitiarjo. Dalam prosesnya, para penyintas yang telah menjalani pengobatan dan rehabilitasi mendapatkan pendampingan untuk membangun kembali keterampilan dan kemandirian melalui aktivitas produktif. Puskesmas Sitiarjo menjadi salah satu institusi yang membina relawan kesehatan jiwa dalam pelaksanaan program tersebut.

Kini, kegiatan produksi Jamu Instan Japangi telah menjadi salah satu aktivitas ekonomi masyarakat yang terus dikembangkan. Bahan bakunya berasal dari tanaman herbal yang tersedia dari lahan dan kebun di sekitar Desa Sitiarjo dan Desa Sumberagung. Pemerintah Desa Sumberagung juga telah memberikan dukungan dalam penyediaan bibit, sarana penanaman, serta lahan untuk membantu menjamin ketersediaan bahan baku.

Sebelum mendapatkan dukungan peralatan, sebagian besar proses produksi dilakukan secara manual dengan perlengkapan rumah tangga sederhana. Kondisi tersebut membuat kapasitas produksi masih terbatas dan anggota kelompok harus belajar secara bertahap untuk menguasai setiap tahapan pengolahan. Dengan adanya mesin dan peralatan produksi, proses kerja menjadi lebih efisien dan lebih cepat. Pada saat yang sama, peralatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi anggota baru sehingga semakin banyak anggota memiliki pengalaman langsung dalam proses produksi.

Dari sisi pemasaran, Jamu Instan Japangi saat ini telah dipasarkan melalui warung, toko, penjualan kembali oleh mitra, pesanan masyarakat, serta pameran produk UMKM yang dibina Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang. Menurut Ibu Erna, dukungan dari pemerintah daerah turut membuka peluang promosi yang cukup besar. Produk Japangi telah dikenal sebagai salah satu produk unggulan Desa Sumberagung sehingga kelompok tersebut kerap diajak mengikuti kegiatan promosi UMKM yang mewakili Pemerintah Kabupaten Malang. “Ketika produk kami diajak dalam kegiatan promosi UMKM, itu menjadi kesempatan promosi tanpa biaya yang sangat membantu. Masyarakat menjadi semakin mengenal Japangi dan hal itu juga berdampak pada meningkatnya penjualan,” ujar Erna.

Produk Japangi (Jahe Pandanwangi) saat ini telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat produksi pangan industri rumah tangga (SPP-IRT/PIRT). Untuk sertifikasi halal, produk tersebut belum memiliki sertifikat halal dan masih menjadi salah satu aspek yang dapat dikembangkan ke depan. Belum adanya target peningkatan pendapatan yang ditetapkan secara khusus bukan berarti usaha ini tidak berkembang. Kelompok masih berada dalam tahap pemetaan kapasitas produksi dan perluasan wilayah pemasaran. Karena itu, fokus saat ini adalah meningkatkan efisiensi produksi, memberikan kesempatan yang setara kepada anggota untuk terlibat, serta memperkuat jaringan pemasaran.

Kepala Desa Sumberagung, Muzayid, S.Pd., turut menjadi bagian dari dukungan pemerintah desa terhadap keberlanjutan kegiatan pemberdayaan tersebut. Dukungan pemerintah desa diberikan melalui penguatan ketersediaan bahan baku dan pemantauan terhadap pengelolaan kelompok.

Bagi AMCF Jawa Timur, keberlanjutan program menjadi bagian penting dari pemberdayaan. Bantuan peralatan diharapkan tidak berhenti pada proses serah terima, tetapi benar-benar menjadi modal produktif yang dikelola masyarakat dan memberikan ruang bagi para penyintas kesehatan jiwa untuk terus belajar, bekerja, berinteraksi, serta mengambil peran dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

Melalui penguatan UMKM Japangi, AMCF ingin mendorong terciptanya model pemberdayaan yang tidak hanya berbicara tentang peningkatan produksi, tetapi juga tentang kesempatan untuk bangkit, mandiri, dan kembali berdaya di tengah masyarakat.

Pusat Kemanusiaan AMCF Jawa Timur merupakan bagian dari Yayasan Muslim Asia AMCF, organisasi sosial yang bergerak di bidang sosial, kemanusiaan, dan kebencanaan yang berpusat di Jakarta.