AMCF Sulawesi Selatan dan Asrama Ma’had Al Birr Gelar Pelatihan Penanggulangan Bencana dan Simulasi Evakuasi Gempa Bumi

Dapatkan inspirasi dari orang-orang yang anda bantu

Makassar – Humanitarian Center (HC) Sulawesi Selatan di bawah naungan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) bekerja sama dengan Asrama Ma’had Al Birr Universitas Muhammadiyah Makassar menyelenggarakan Pelatihan Penanggulangan Bencana yang dirangkaikan dengan Simulasi Evakuasi Gempa Bumi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam menghadapi situasi darurat, sekaligus membangun budaya sadar bencana di lingkungan kampus.

Kegiatan dibuka dengan penyampaian materi oleh Dr. Muhammad Ali Bakri, S.Sos., M.Pd. yang memperkenalkan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) kepada seluruh peserta. Dalam paparannya, beliau menjelaskan sejarah berdirinya AMCF, visi dan misi lembaga, serta berbagai program di bidang pendidikan, dakwah, kesehatan, dan layanan kemanusiaan yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat di Indonesia maupun berbagai negara.

Selanjutnya, Muhammad Yusri, S.Kep., Ns. selaku Administrator Humanitarian Center Sulawesi Selatan menyampaikan materi Manajemen Bencana. Materi ini membahas konsep dasar kebencanaan, tahapan penanggulangan bencana, serta pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, sesi dilanjutkan dengan diskusi kelompok melalui penyusunan berita klarifikasi bencana berdasarkan studi kasus yang diberikan. Kegiatan ini bertujuan melatih peserta agar mampu menyampaikan informasi kebencanaan secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab sehingga dapat meminimalkan penyebaran informasi yang keliru di tengah masyarakat.

Materi berikutnya disampaikan oleh Khoirul Rozzi, S.H., M.Pd. selaku Koordinator Lapangan Humanitarian Center Sulawesi Selatan dengan tema Layanan Dukungan Psikososial (LDP). Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya dukungan psikososial bagi penyintas bencana, teknik komunikasi yang efektif, serta langkah-langkah pendampingan awal kepada korban yang mengalami tekanan psikologis akibat bencana.

Sebagai lanjutan dari materi tersebut, Muhammad Yusri, S.Kep., Ns. memandu role play (bermain peran) Layanan Dukungan Psikososial (LDP). Dalam simulasi ini peserta mempraktikkan cara melakukan pendekatan kepada penyintas, memberikan dukungan emosional, melakukan komunikasi empatik, serta memberikan pendampingan sesuai prinsip-prinsip LDP.

Materi selanjutnya dibawakan oleh Lutfy Muammar, S.Kep., Ns. mengenai Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Selain memberikan materi teori, beliau juga memandu praktik pertolongan pertama, sehingga peserta dapat memahami teknik dasar penanganan korban sebelum mendapatkan bantuan medis lanjutan.

Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada Simulasi Evakuasi Gempa Bumi yang dipimpin langsung oleh Muhammad Yusri, S.Kep., Ns. Simulasi diawali dengan suasana pembelajaran normal di ruang kelas. Tepat pukul 09.00 WITA, sirene tanda terjadinya gempa dibunyikan sebagai awal dimulainya simulasi tanggap darurat.

Seluruh peserta segera menerapkan prosedur Drop, Cover, and Hold On, yaitu berlindung di bawah meja sambil melindungi kepala. Setelah guncangan berhenti, peserta dievakuasi melalui jalur evakuasi menuju titik kumpul secara tertib tanpa berdesakan maupun kembali mengambil barang pribadi.

Di titik kumpul, relawan melakukan pendataan peserta, evaluasi kondisi, serta memberikan pertolongan pertama kepada korban simulasi. Tim kemudian melakukan penyisiran kembali ke dalam gedung untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal, dilanjutkan dengan proses evakuasi korban menggunakan teknik yang benar sesuai prosedur tanggap darurat.

Dalam keterangannya, Muhammad Yusri, S. Kep., Ns. menyampaikan bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang harus dibangun melalui edukasi dan latihan yang berkesinambungan.

 “Kesiapsiagaan bukan hanya dimiliki oleh relawan, tetapi harus menjadi budaya seluruh masyarakat. Melalui pelatihan dan simulasi ini, kami berharap mahasiswa memiliki kemampuan untuk melindungi diri sendiri, membantu sesama, serta menjadi agen perubahan dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana,” ujarnya.”

Melalui rangkaian pelatihan dan simulasi ini, Humanitarian Center Sulawesi Selatan berharap mahasiswa Asrama Ma’had Al Birr Universitas Muhammadiyah Makassar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi situasi darurat, sekaligus mampu berkontribusi dalam upaya kemanusiaan di tengah masyarakat.