Dapatkan inspirasi dari orang-orang yang anda bantu
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Kisah Loper Koran Berdonasi Rp2000 untuk Banjir Kalimantan Selatan

Kru Kapal Kemanusiaan 08 AMCF Kalimantan Timur menginisiasi penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu korban bencana banjir di wilayah Kalimantan Selatan. Kegiatan galang dana ini dilaksanakan sejak Ahad (17/1) hingga Jumat (22/1).

Pada hari terakhir penggalangan dana, Jumat (22/1) pukul 09.00 WITA, empat orang kru Kapal Kemanusiaan bertugas kembali untuk menggalang dana. Salah satu kru bernama Ryan dihampiri seorang loper koran.

Sejurus kemudian, sang loper koran mendonasikan Rp2000 untuk banjir di Kalimantan Selatan.

Ryan heran dan terdiam.

Sang loper koran-sebut saja Abdullah-langsung pergi dan kembali ke posisi awal dia berjualan.

Karena Ryan dihantui rasa penasaran yang tinggi, tidak lama ia menghampiri Mas Abdullah setelah selesai penggalangan dana 1 jam sebelum masuk waktu salat Jumat.

“Assalammu’alaikum, mas” kata Ryan.

“Wa’alaikumsalam” jawab Mas Abdullah.

“Mohon izin, bolehkan ulun (saya) duduk di sini sambil istirahat setumat (sebentar)” ucap Ryan.

“Silahkan, mas, bolehlah mas” sahut Mas Abdullah.

Lalu momen tersebut menjadi kesempatan Ryan untuk bertanya langsung sekaligus ingin menjawab rasa penasarannya.

“Mas tadi donasikan uangnya dua ribu rupiah untuk korban bencana alam di Kalimantan Selatan, ya?”

“Iya, mas, maaf ya hanya segitu yang bisa saya donasikan” sahut Mas Abdullah sambil menganggukkan kepalanya dengan pelan.

Ryan kembali bertanya, “Mas, kalau boleh tanya apa yang menyebabkan mas berdonasi untuk saudara kita di Kalimantan Selatan ini?”

Kada papa mas ai (tidak apa-apa, mas)”

“Coba ikam (anda) membayangkan bagaimana rasanya jika bencana yang ada di Kalimantan Selatan itu terjadi di Samarinda (Kalimantan Timur) ini dan keluarga atau sahabat ikam di sini menjadi korbannya? Apa perasaan ikam berdiam saja sambil menontoninya atau ikut membantunya?”

“Pasti ikam ikut membantunya, kan? Minimal ikam tolong inya (dia) keluar dari bencana tersebut dan membawanya ke tempat yang aman, iya?” kata Mas Abdullah sambil tersenyum.

Ryan hanya bisa menganggukkan kepalanya.

“Nah ulun ini hanya seorang loper, mas. Ai bukan seorang pengusaha besar di Samarinda dan juga bukan seorang pejabat di Samarinda, tapi ulun jua manusia ciptaan Allah ta’ala, ini ulun bukan sok ajari ikam atau pandiri ikam.”

“Cuma satu hal yang menjadi prinsip hidup ulun: jangan ragu untuk saling tolong menolong, siapa pun ikam dan bagaimana pun kondisi ikam saat ini pasti ada manusia atau orang lain yang lebih susah kondisinya daripada ikam.”

“Lakukan yang bisa ikam lakukan dan jangan ragu untuk melakukannya” ucap Mas Abdullah mengakhiri penasaran Ryan.

Ryan tidak bisa mengelak ataupun berbicara saat Mas Abdullah menyampaikan alasan kenapa dia berdonasi. Dari pertemuan itu, Ryan tahu bahwa uang itu adalah uang pertama hasil menjual koran sejak pagi.


Diceritakan oleh: Faizal, Administrator Kapal Kemanusiaan 08 Kalimantan Timur.

Related Posts